Rabu, 23 Maret 2011

I N T E R M E Z O

I couldn’t sleep last nite. My eyes are so tired but my mind just cant stop thinking about random things. Its been a long busy day. Reading books and too much article, but I had a great day tho. Yesterday I attended an Interactive discussion on “Writing as a Profession” with Reda Gaudiamo and Asmara “Miund” Wreksono at @atamerica. It was a really interesting discussion, I learned many things from the speaker and also I got the souvenir from the pop quiz. I met these woman who are a writer and had published her first book. She work as a researcher and also had an epic blog. >>>www. Iadeva.wordpress.com.

I went home at around 9 PM and arrived safely landed on my bed. It just a few minutes till I got up and switch on my mac and start to finished my CV. Time was shown at 12am when I finished doing my CV and I decide to hit the bed! Checking on my timeline and trying my best to fall asleep but I CANT! Rrrr…I hate it. I went to my bookshelf, found the book I have to finish to read. “Postcard from Heaven” by Ricky Setiawan. I finished reading the book for only 2 hours. It was a great book with full of encouragement.

I still can’t sleep, my mind just thinking about so many random things till I got this vision. Am not really sure if that vision will happens anytime soon, but I just so excited to start doing it. I can’t tell you what is it now, but I really need you guys to support and pray for me so I can accomplished that vision. Am sure it will be a blessing for you either.

Now, its time for me to sleep.
Ciao ☺

Jumat, 18 Maret 2011

FINALLY SARJANA HUKUM

FINALLY! A 20 yo girls not yet a woman accomplished her mission on her law major! So thankful for what God has done in my life. Ga terasa akhirnya gw menyelesaikan S1 gw dalam waktu 3,5 tahun dengan predikat cum laude. Words can’t describe how thankful I am. Masa-masa awal gw mengerjakan skripsi itu terasa berat sekali. Beberapa temen gw tau banget seberat apa pergumulan gw. Gw dapet dosen pembimbing yang paling dihindari oleh mahasiswa/i PKI I (Program Kekhususan Hukum dan Industri) di kampus gw. Seorang dosen wanita berumur paruh baya yang belum menikah, dan merupakan lulusan terbaik universitas negeri no.1 di Indonesia. Kebayang dong gimana ribetnya gw menghadapi dosen pembimbing gw, atau sebaliknya dosen gw yang kewalahan ngadapin gw karena seringkali gw tuh ga ngerti maunya dia itu apa. Setiap kali gw nanya, pasti dijawab dengan “saya ga tau”, “terserah kamu” “saya kan udah bilang kemarin kamu harusnya ii…itu…dll” tanpa suatu pejelasan yang berarti. Berkali2 dia menjatuhkan mental gw dengan bilang kalo gw harusnya belum bisa skripsi, gw ga mampu ngerjain, gw ga bisa nulis sampe yang paling parah dia pernah menawarkan gw untuk perpanjangan skripsi dan dia juga sempat ‘melempar’ gw ke dosen lain sangkin mugkin dia udah kesel banget sama gw karena menurut dia gw itu ga ‘berkompeten’ dalam menulis pembahasan materi. Hal ini merupakan klimaks dimana gw sampe curcol ke salah satu dosen di kampus dan gw sampe nangis sangkin gw udah ga tahan dan gatau lagi harus ngapain, apalagi waktu itu gw dikerjar2 deadline untuk pengumpulan soft cover skripsi. Hal ini bener2 buat gw berserah total sama Tuhan. Gw merasa gw udah melakukan yang terbaik, gw bener2 berusaha semaksimal mungkin tapi tetep aja selalu dianggap ga baik sama dosen gw. Satu hal yang pasti yang membuat gw tetap optimis adalah orang-orang di sekitar gw yang selalu memberikan gw dukungan dan doa sehingga gw yakin betul that I can nail it dan gw bener2 berterimakasih banget sama kalian semua. Thanks be to God, walaupun dengan berbagai kendala, akhirnya 17 Februari 2011 gw lulus sidang skripsi dengan nilai A.

Iman gw bener-bener ditantang selama proses pengerjaan skripsi gw. Satu hal yang gw yakin pasti adalah Tuhan itu baik banget. Dia ga mungkin memberikan pencobaan melebihi kekuatan kita. And yes, it happened with me. Di awal pergumulan kita seringkali kita merasa “kenapa sih Tuhan izinkan persoalan ini terjadi dalam kehidupan gw?” “Why God?” and then God will answer you, “Why not?” hehehe. Awalnya gw merasakan hal yang serupa. Gw pikir tadinya skripsi itu gampang dan semua akan berjalan sesuai dengan yang gw rencanakan dan harapkan. Tapi kenyataan berbicara lain, yang terjadi bertentangan betul dengan apa yang ada dalam ‘gambaran gw’. Tapi sekarang, setelah semuanya berhasil gw lalui, ada banyak pelajaran yang gw dapatkan.

1. There is no error in God’s way

Gw tuh tipe orang yang bener-bener terorganisir, terplanning, sehingga kalo ada satu hal yang miss aja gw udah bs panik banget dan langsung kepikiran. Gw juga tipe orang yang sering banget menggampangkan sesuatu hal, maunya semua urusan slesai dengan cepat sesuai yang gw harapkan. Pergumulan gw selama mengerjakan skripsi ini bener2 mengajarkan gw untuk bisa selalu memberikan yang terbaik dalam mengerjakan segala sesuatu, bukan seadanya atau asal-asalan tapi harus bener2 maksimal. Awalnya gw pikir ngerjain skripsi itu gampang, ga perlu ribet tinggal nulis aja apa susahnya. Eh ternyata gw salah, dosen gw bener2 merhatiin sampai se-detail mungkin dan gamau acc sampe hasilnya bener. Hal ini yang juga membuat proses pengerjaan skripsi gw lama, 5 bulan. Selain itu dosen gw lama banget untuk meng-acc skripsi gw. Kadang beliau males baca dan di diemin aja berminggu2 gt. Nyesek banget ga sih. Tp hal ini bener2 ngajarin gw untuk bisa sabar dalam menghadapi segala sesuatu. Cara Tuhan untuk ‘menaikkan level’ anaknya memang unik banget ya! Gw dihadapkan dengan hal2 yang biking gw ‘cenat-cenut’. Hahahaha. But, its okay. All izz well. Rencana Tuhan adalah rencana yang penuh harapan dan mendatangkan damai sejahtera. When God gives you the opportunity, He has already given you the ability to accomplish it. Dot be afraid of more responsibility.

2. Faith needs process

Dalam pergumulan gw selama mengerjakan skripsi gw, ‘amunisi’ yang membuat gw bs tetap bertahan adalah iman yang disertai dengan perbuatan. When you put action behind your faith and trust God, He will pour wisdom, strength and creativity into you and help you accomplish the dreams and desires He has placed in your heart. God needs us to pass the faithfulness test so He can pour us greater things. Iman adalah suatu hal yang aktif, bukan pasif. That’s why the statement once said : I “walk” by faith, not by sight - (walk is a verb). Slama proses ini gw smpt down banget karena waktu itu dosen gw sempat ga mau lagi membimbing gw dan dia bilang “yaudah kamu kalo mau maju skripsi ya maju aja, saya udah males meryl” disitu gw berpikir apa gw sebodoh itu ya sampe gw ga ngerti maunya dia itu apa, sampe gw ga bisa membahas permasalahan di skripsi gw sendiri. Gw smpt berpikir untuk menyerah aja dengan memberikan skripsi gw apa adanya. Tapi, ditengah2 pergumulan gw, gw tetap beriman bahwa skripsi gw pasti bisa selesai dengan hasil yang maksimal. Akhirnya gw memutuskan untuk berkonsultasi dengan dosen lainnya juga, dan minta hikmat dari Tuhan supaya gw bener2 bisa mengerjakan skripsi gw dengan baik sambil terus mendoakan dosen pembimbing gw supaya gw diberikan kemudahan dan kelancaran oleh beliau. Singkat cerita, akhirnyaa…setelah proses yang cukup panjang dan sudah mendekati deadline batas penyerahan soft cover skripsi, skripsi gw di acc juga oleh dosen pembimbing gw dan waktu itu hubungan gw dan dosen pembimbing gw udah baik2 aja, beliau ga kesel lagi sama gw dia malah kita udah becandaan dan beliau bantu gw banget pas sidang skripsi gw kemaren. God is good, life is good! J

Seringkali ketika kita menghadapi masalah kita bertanya kenapa Tuhan mengizinkan hal ini terjadi di dalam kehidupan kita. Satu hal yang harus kita tau bahwa Tuhan itu selalu memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Dibalik segala sesuatu yang terjadi pasti ada rancangan indah yang sudah Tuhan sediakan bagi kita. Terkadang Tuhan memakai masalah untuk ‘menaikkan level’ kita dalam menghadapi kehidupan. Percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, percaya bahwa Tuhan selalu ada bersama kita untuk senantiasa menolong dan menopang kita disaat kita merasa sudah tidak kuat lagi. Tuhan Cuma mau yang terbaik buat anak-anakNya.

Dalam menghadapi pergumulan kita juga harus ‘mengaktifkan’ iman kita. Iman dan perbuatan, karena kalau Cuma beriman tapi ga berusaha dan tidak melakukan apapun maka hasilnya akan sia-sia. Proses ‘pendewasaan karakter’ yang Tuhan izinkan terjadi di dalam hidup kita membutuhkan iman dan ketaatan sehingga rencana Tuhan dapat tergenapi di dalam kehidupan kita.

So…after all, this is my thesis motto :

“…I can do all things trough Christ who strengthen me…”

LETTER TO UNITED NATIONS

January 2011

what is the most vital challenge to International peace and security facing your generation? Tel the UN security council what issue you believe deserves more attention and explain why it is important?

Every big step starts with an inch – Anonymous

Back to square one, I think the most vital challenge to International peace and security facing my generation is how to create awareness for everyone the importance of peace and security in the world. We are live in a unity in diversity which inhabit in one home we called the earth-world, so we have to keep our home safe. When we realize this, there will be no more divisions and personal interests, because we are one unified for the common good and mutual interest. We are one in unity, each of us has a responsibility to make the world peace and secure. This awareness will create a sense of self belonging so that we will live in the spirit of tolerance and in one love.

Many creative ways we can do to generate awareness of the importance of security and world peace, one of which is through the media. As today I have an opportunity to express my opinions through writing and video and also another way that is not only limited to 250 words and 1 minute video. We can spread it around the world so everyone aware that many of us care an aware to make the world peace and secure. One World, One Love. Let us make today “A World Peace Day”

And now these three remain: faith, hope and love. But the greatest of these is love. - Corinthians

click : http://usun.state.gov/youth/152219.htm

Jumat, 17 September 2010

VISSION ACCOMPLISHED

Note kali ini gw kasi judul “VISION ACCOMPLISHED” dimana gw akan share tentang gimana caranya supaya kita bisa dapetin visi dari Tuhan dan gimana caranya kita bisa mencapai visi tersebut. Agar visi kita dapat tercapai, kita perlu melakukan beberapa hal yang disebut misi. IF YOUR MISSION ACCOMPLISHED, SO WILL YOUR VISION. Gw akan mulai dengan memberikan beberapa definisi mengenai visi. Visi adalah suatu tujuan; sesuatu yang harus kita capai (pencapaian); blueprint; Vision is the tension between what is and what could be. Visi itu adalah MELIHAT JAUH KE DEPAN DAN MELAKUKAN SESUATU SEKARANG. Visi berasal dari pikiran kita. Sesuatu yang menjadi pikiran kita berasal dari apa yang kita ketahui, kita lihat, kita rasakan, kita serap dan cerna dari sekitar kita. Dibawah alam sadar kita, pikiran terbentuk dari apa yang kita izinkan tinggal di pikiran kita dari semua hal yang ada di sekitar kita. Jadi, kita yang memutuskan pikiran yang baik atau yang burukkah yang akan tinggal di dalam pikiran kita. Pikiran itu kelak akan membentuk visi kita.

BUILD YOUR VISION

Banyak dari kita yang mungkin sampai sekarang belum tau apa visi dalam hidupnya atau kadang ketika kita sudah memiliki visi, kita sering bertanya apakah ini visi dari Tuhan atau bukan. Awalnya gw juga mengalami hal yang serupa sampai gw tau apa visi gw. Matthew 6:33 :But seek first the kingdom of God and His righteousness, and all these things shall be added to you”ayat ini bener2 jadi rema bagi gw ketika gw mencari-cari apa visi gw, apa tujuan gw ada di dunia ini. SEEK GOD. Mencari wajah Tuhan, membangun hubungan dengan Tuhan setiap hari dengan membaca dan melakukan firman-Nya. Dalam kejadian 1:27 dikatakan bahwa kita diciptakan segambar dengan Allah. Artinya, Tuhan mau kita hidup serupa gambarannya. Perkataan, Perbuatan dan Tingkah Laku kita. Dengan memiliki hubungan “intim” dengan Tuhan, kita akan mengenal hati Tuhan dan memiliki pikiran yang sama dengan Tuhan. Kita “meng-adjust” diri kita dengan Tuhan sehingga kita bisa sinkron dengan Tuhan. “I’m learning if we seek God for real we won’t have to keep asking what His will is; seeking Him will put us right in the middle of it – Kirk FranklinAccomplished your mission. Be more than just a racer today. Be a finisher. Kita harus mengakhiri/ menyelesaikan apa yang kita mulai.Misi adalah implementasi dari visi. Melihat Jauh ke depan dan melakukan sesuatu sekarang. Thing Big, Do Small and Start Now.

MISSION STEP

1. Identify Ourself

Kita harus tau identitasi diri kita. Karakter dan sifat kita Kalo kita kenal dengan Tuhan kita dan bangun hubungan dengan Tuhan kita, kita akan tahu identitas kita di dalam Tuhan. Kita harus tau strength, weaknesses dan passion kita sehingga kita dapat lebih mudah dalam menempatkan diri kita. Its not about finding our self, its about creating your self.

2. Do Your Part Now.We have to do what we have to do. Start with what you have. Work smart. Kalo kita tahu kita kurang disini atau di bagian lainnya, we can ask other. When God want to bless you, he will place someone in your life. Use every resources available. Plan A, Plan B. Set Your Priority, do the first thing first and the right thing right. Do it Excellent. Beranjak dari zona aman menuju zona iman. Do the ordinary things extra ordinary, being your best. Do the extra mile. Exceeding the expectations of others. Have a positive relationship with others so God will use your relationship to take you beyond your limitation. Build your self, built your character.

3. Stand still

“God will do things you can’t do but He want you to do things you can do first”

Tuhan akan selalu menyertai langkah kita, tapi Ia mau agar kita melakukan bagian kita terlebih dahulu kemudian dia akan melakukan sisanya. di tengah2 proses anda mencapai tujuan anda, kadang seringkali ada kendala2 yang kita alami.

“Any fact facing us is not important as our attitude toward it, for that determines our success or failure”

Ubah pola pikir kita dari dalam menanggapi suatu masalah yaitu suatu pencobaan menjadi suatu ujian. Pencobaan itu biasanya untuk menjatuhkan, tapi ujian untuk menaikkan level kita. Jadi anggap saja apa yang kita alami itu adalah suatu ujian untuk menaikkan level kita di dalam Tuhan.Kita harus stand still karena banyak yang akan dilakukan iblis untuk menjatuhkan kita. Kadang seringkali kita merasa ga kuat begitu banyak goncangan, sebenarnya itu tanda2 dimana kita mau mendekati goal kita. Karena pada saat kita sudah mau mencapai goal kita, disitulah iblis akan gencar2nya ‘ngerjain’ kita. Range 1-10, kalo masi awal2nya iblis santai, tapi kalo kita udah mau mencapai goal ( misalnya di misi atau range ke 8) iblis akan ‘tancap gas’Kadang kita ngerasa minder, orang2 banyak sepele dan tidak menganggap kita. Orang-orang menanggap remeh kita dan menganggap kita tidak dapat melakukan apa2. Hey, Do you know impossible means I’m possible?

The greatest revenge is to accomplish what others say you cannot doIngat kita itu anak Tuhan. Maybe now we are nothing but when God with us we are something. Yesaya 41:10“Janganlah takut sebab Aku menyertai engkau; janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-ku yang membawa kemenangan”

4. Faith

its not about having faith in your faith, but having faith in His faith.

Ephesians 3:20Now to Him who is able to do exceedingly abundantly above all that we ask or think, according to the power that work in us

Seberapa besar Tuhan bekerja atas hidupmu tidak terbatas pada keadaanMu, tetapi seberapa besar iman dan kepercayaanMu bahwa Ia sanggup melakukan segala sesuatu melebihi yang kita pikirkan.Untuk segala hal diluar kendali kita, serahkanlah semuanya kepada Dia yang memegang kendali atas semuanya. Dia dapat melakukan hal2 yang luar biasa atas hidup kita.

When you release your faith in uncommon ways, you’ll see God do uncommon things.

Ulangan 28:13“Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia”

I Korintus II : 9Tetapi seperti ada tertulis : “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia : semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.


Rabu, 14 Juli 2010

21st Century Generation


The rapid development era in the 21st century which also known for era globalization, has become a common issue for the society. Globalization brings both challenges and changes that are related to social, cultural, economic, political, even concerning all aspects of human life. The world becomes transparent, less boundaries, the relationship becomes very easy and close, distance and time are not felt and seemed as if no boundaries. The relationship between communication and transportation become very easy and close as a result of the industrial revolution. This shows that the development of science and technology provide various information. This is certainly a very interesting conversation, because obviously we can’t refuse it, we cannot fight against globalization.

Countries that are succeeded in preparing all the elements of the nation in the era of globalization and major changes are foreseen will be able to survive in this 21st century. This certainly cannot be separated from the role of us as young generation because based on history, the young generation plays an important role in bringing major changes in society. Therefore, we as the young generation should be the most adaptive and progressive in the 21st century.

In this 21st century we live in an era of globalization where there is no boundaries between countries, so we should be able to understand the culture of inter-cultural without losing our own cultural roots of the nationality character. We must open ourselves to the international and global world, but still uphold the nation and nationalism play in bridging the ethnic differences, social, international organization, economics, politics and the contents of culture across the nations. Building relationships with other nations and mutual cooperation for the advancement of the nation. We must be able to think critically and learn to understand and provide solutions followed by the implementation of efficient, effective and far-reaching results on global issues, with the help of expertise and tools available, one of them is using technology. With the rapid development of science and technology in this era of globalization, all information can be found very quickly, even in seconds. This certainly would be very helpful and easier for us to know and adjust to times and the horizons of the world.

The development of the century in the era of globalization accompanied by an increase multicultural that is constantly, global economic growth, the world of technical improvements, and others. Global economic growth is one of the most developed aspects in the era of globalization. The opening of international markets can increase employment opportunities and increase foreign exchange with the State and it will help improve the national economic life of the nation. We as the young generation successor nations must participate to make it happen. Before taking an active role and participate in a larger number in the international, we must first know what is happening in our own nation, Indonesia. We need to know, care and aware about every issue, the progress and also the achievements achieved by Indonesia, so that we as a 21st generation can help contribute to be a better nation the nation by expanding the horizons of our knowledge and could be able to do something positive that will be useful for the Nation and Indonesian state in particular and the World International Community in general.

Twenty-first Century Generation is an optimistic generation that can bring changes to the world. They have a positive impact by providing creative ways and principles as well as finding new solutions to solve complex problems. Generation that is open towards the outside world and able to adapt to changes over time in this globalization era and still hold the integrity of the nation. Twenty-first Century generation is the generation of competent, educated, morally positive and committed to making themselves one step ahead of the previous generation.

Minggu, 20 Juni 2010

SEORANG MAHASISWI HUKUM TINGKAT AKHIR YANG KEBINGUNGAN

Masa Ujian Akhir Semester di kampus gw akan berakhir 2 minggu lagi, yang artinya masa kuliah semester 6 gw pun berakhir yang artinya gw akan memasuki semester 7 pada awal September yang artinya gw akan dan harus sudah mulai mengerjakan skripsi! Beberapa waktu belakangan ini gw lagi mengalami masa-masa “kebingungan”. Bingung mau buat judul skripsi apa, bingung mau magang atau nggak, bingung abis menyabet gelar S1 gw harus kerja dulu apa langsung S2. Semua berawal dari kebingungan gw terhadap diri gw sendiri kenapa diri gw bisa bingung. Hahaha…

Alasan gw untuk menggeluti Ilmu Hukum karena gw ingin memperbaiki sistem hukum di Indonesia (yang belakangan gw ketahui bahwa yang bermasalah bukanlah sistem hukumnya akan tetapi aparat hukum dan birokrasi yang berjalan dengan tidak semestinya). Gw paling nggak suka dengan orang-orang yang melanggar peraturan yang sudah ada. Peraturan itu dibuat untuk dipatuhi dan tujuannya adalah untuk menjaga ketertiban umum agar hidup kita tidak bermasalah (amin). Sejak awal perkuliahan, gw sangat menggebu-gebu bahwa kelak gw akan menjadi seorang praktisi ¬¬1litigasi handal yang akan membela hak-hak rakyat kecil di pengadilan. Membela kebenaran dan menegakkan keadilan. Betapa tulusnya cita-cita gw pada saat itu (sampai sekarang juga sih), walaupun banyak sekali senior-senior yang berusaha memupuskan harapan gw dengan menjelaskan betapa bobroknya birokrasi hukum Indonesia dan betapa mereka menentang gw menjadi seorang pahlawan hukum! (halah…lebay). Tapi gw menolak dan menengking setiap perkataan mereka yang tidak membangun. Gw percaya masih banyak orang-orang yang memiliki hati untuk Indonesia dan menginginkan perubahan signifikan terjadi di Bangsa ini, yang salah satunya tentu saja adalah gw :D

Di kampus gw (Universitas Trisakti Jakarta), Fakultas Hukum memiliki 7 Program Kekhususan yaitu : 1. Hukum Bisnis dan Industri; 2. Hukum Perdata; 3. Hukum Agraria; 4. Hukum Pidana; 5. Hukum Transnasional; 6. Praktisi Hukum; 7. Hukum Tata Pemerintahan. Sejak semester pertama gw sudah menetapkan pilihan gw untuk fokus pada PK VI (Praktisi Hukum) karena nantinya yang gw pelajari di PK ini (Pidana, Perdata, Hukum Acara dll) akan sangat bermanfaat bagi gw kelak ketika gw menjadi seorang pengacara, yang akan menyelesaikan masalah tanpa masalah (udah kayak slogan Perum Pegadaian aja). Ketetapan hati gw ini pun mulai runtuh ketika gw memasuki semester 3. Gw mengikuti 2National Mood Court Competition yang diselenggarakan oleh Universitas Pancasila yang bekerjasama dengan Kejaksaan Agung. Persiapan lomba ini memakan waktu lebih kurang 2 bulan dengan intensitas pertemuan yang hampir setiap hari, dari pulang kuliah sampai malam bahkan sampai pagi. Gw jadi sering bolak-balik ke Pengadilan Negeri untuk mengambil Putusan-putusan serta contoh berkas-berkas (BAP, Penuntutan, Surat Dakwaan, dll) yang tebalnya beratus-ratus halaman. Hal ini membuat gw ragu untuk tetap di PK VI karena hal serupa (bolak-balik ke pengadilan) akan gw alami lagi pada saat gw menyusun skripsi nantinya dan gw tidak suka dan tidak menikmati hal tersebut. Gw jg mengalami ke-semrawutan birokrasi yang terjadi di dalam dunia hukum (hukum acara pada khususnya). Ketidak-adilan, istilah KUHP (Kasih Uang Habis Perkara), Mafia Hukum, Makelar Kasus dan lain sebagainya yang semakin memantapkan gw untuk putar haluan dari PK VI. Ketika gw memutuskan untuk mengganti program kekhususan, gw mengalami kebingungan yang pertama dimana gw harus memilih antara Program Hukum Transnasional atau Program Hukum Bisnis dan Industri. Selama satu tahun gw berpikir, merenung, mempertanyakan, berkonsultasi, menganalisa, berdoa dan sampai akhirnya gw memutuskan untuk memilih PK I : Bisnis dan Industri. Kebingungan kedua gw muncul ketika semester 5 berakhir dan Transkrip Nilai gw keluar. Gw bingung kenapa nilai-nilai mata kuliah pilihan gw dari PK lain nilainya lebih tinggi daripada mata kuliah wajib PK I. Padahal gw udah belajar mati-matian (untung gw gak mati beneran). Seharusnya yang terjadi adalah kebalikannya, nilai mata kuliah wajib gw seharusnya lebih bagus daripada mata kuliah yang lainnya. Ternyata oh ternyata, hal ini dikarenakan bahwa seluruh dosen di PK I memang terkenal hemat dalam memberikan nilai bagi mahasiswanya. Mereka menerapkan prinsip Hemat pangkal Kaya dalam sistem perkuliahan.

Karena sudah terlanjur tercempulung di PK I (kepalang basah, mending lanjut berenang) gw memantapkan niat gw dan melangkah dengan iman untuk menjejaki setiap mata kuliah pokok PK I yang harus gw selesaikan dengan maksimal. Hasilnya akan gw ketahui pada waktu pembagian KHS juli mendatang. Gw sangat berharap kali ini nilai-nilai mata kuliah wajib gw-lah yang akan menjulang tinggi (amin). Berhubung gw orangnya visioner alias suka sekali memikirkan hal-hal apa yang selanjutnya harus gw lakukan padahal seharusnya belum waktunya gw pikirkan (ngerti nggak maksud gw? Haha) gw skrg kebingungan memikirkan apa yang harus gw lakukan setelah menjadi Sarjana Hukum tahun depan (amin). Padahal kebingungan pertama yang seharusnya gw antisipasi adalah kebingungan mencari judul skripsi. Gw perlu pendapat. Gw perlu masukan. Gw berdoa. Gw minta hikmat.

Kebingungan gw pun satu persatu terjawab sudah. Beberapa hari yang lalu gw mengikuti Youth Camp (Rock Steady) dari Gereja gw. Salah satu session yang diberikan adalah mengenai Career Coach. Salah satu pe mbicaranya adalah seorang pengacara muda, perempuan lagi. Namanya Grace. Setelah session gw menemuinya dan menceritakan segala kebingungan gw. Untungnya dia ga ikutan bingung juga. Banyak hal yang gw dapat dari dia yang cukup membantu gw dari keluar dari segala kebingungan gw. Untuk saat ini, gw sudah mantap untuk mengambil judul skripsi antara bidang hukum korporasi, penanaman modal atau pasar modal. Rencana gw berikutnya adalah selama gw kuliah di semester 7 nanti, kalau tidak ada halangan gw berencana untuk magang di sebuah law firm. Setelah menyandang gelar Sarjana Hukum, gw berencana untuk kerja dulu sambil mengikuti pendidikan profesi. Setelah itu, baru deh gw lanjut S2. How about that? :D

What I want to share?
Dalam hidup ini, seringkali kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang kadang membuat kita bingung. Kita harus memberikan keputusan yang benar karena kalau tidak, mungkin kita akan menyesal suatu waktu nanti dan efeknya tidak baik bagi kita. Keputusan yang benar memerlukan hikmat, pengetahuan dan pengertian. What should we do? Hal pertama yang biasanya gw lakukan adalah berdoa and read my Bible. Gw minta hikmat dan kebijaksanaan dari Tuhan supaya gw tahu apa yang harus gw lakukan agar gw ga salah mengambil keputusan. Setelah itu, baru deh gw tanya pendapat orang-orang terdekat gw, gw mencari tahu info mengenai pilihan-pilihan yang tersedia itu, kelebihan dan kekurangannya, gw bertanya kepada orang yang sebelumnya pernah mengalami hal yang gw alami sekarang ini dan lain sebagainya. Tuhan bisa pake siapa saja, apa saja. Pada saat gw harus memberikan keputusan, gw hal yang terakhir gw lakukan sama dengan hal pertama yang gw lakukan, yaitu berdoa. Menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Gw percaya ketika gw berjalan bersama-Nya, Dia nggak akan pernah ngecewain gw. Sekalipun gw mengambil keputusan yang salah, Dia bisa mengubah keadaan gw menjadi lebih baik sesuai dengan rancangan dan kehendak-Nya. Karena gw bersandar hanya padaNya.

Selasa, 08 Juni 2010

MEMBERANTAS MAFIA KASUS

Hari ini saya mengikuti Seminar tentang "Memberantas Mafia Hukum di Indonesia" yang diselenggarakan oleh Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti. Saya dan beberapa teman lainnya pun datang mewakili Parlemen Fakultas Hukum Trisakti. Pembicara yang hadir pada hari ini bisa dibilang cukup penting dan ahli di bidangnya, antara lain adalah Irjen Pol Edward Aritonang dari Kepolisian Republik Indonesia, Bibid Samad Riyanto dari Komisi Pemberantasan Korupsi, Dr. Yenti Ganarsih, SH. MH Akademisi yang merupakah Pakar tentang Money Laundry dan juga perwakilan dari Indonesia Corruption Watch. Seminar yang berlangsung semi-formal ini pun dibuka oleh Ketua DPR RI - Marzuki Ali. Bayu Saputra Muslimin selaku moderator membawa alur seminar dengan santai dan lugas. Ada beberapa hal menarik dari penjelasan para Pembicara dan pertanyaan para Mahasiswa yang ingin saya bagikan. Hal yang dibicarakan di seminar ini pun merupakan topik-topik hangat yang sekarang ini masih menjadi bahan pembicaraan banyak orang, sebut saja Kasus Century, Mafia Pajak, Susno Duadji, dan lain sebagainya. Saya akan mencoba untuk memaparkan hal-hal menarik yang saya dapatkan menurut pemikiran saya. ....Edward Aritonang... makelar kasus itu bisa dibilang sebagai penghubung antara orang yang membutuhkan 'jasa' dengan para aktor mafia hukum (kepolisian, kejaksaan, Dirjen Pajak, dll). Nah, si Markus inilah 'arsitek'nya untuk mengatur bagaimana menyelesaikan kasus dengan cara yan tidak benar. Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya Mafia Hukum antara lain adalah Proses pengadilan yang sangat panjang sehingga membuka celah bagi mafia hukum untuk beraksi; Degradasi Moral Bangsa; Lemahnya aturan, regulasi, sanksi atas penyelewengan hukum; lemahnya pengawasan terhadap proses hukum dan keterbatasan anggaran. Untuk mengatasi hal ini, Polri telah melakukan bebrapa hal yaitu “Kroyok Reserse” yang meliputi Kegiatan Upaya pembinaan Moral, Pengawasan Penyidik, Peningkatan Anggaran Penyidikan, Reward and Punishment, Penataan Sistem, Menata Sarana dan Prasarana ruangan kerja. ‘markus’ itu muncul karena Penegakan hukum tidak benar, jadi harus dilakukan REFORMASI POLRI! Susno Duadji adalah sahabat saya, kami berdua adalah anak didikan dari Bapak Bibit yang pada waktu itu menjabat sebagai Kapolda di Kalimantan. Sebenarnya mengapa Susno terlihat ‘ditekan’ dari beberapa pihak itu tidaklah benar. Hanya saja memang beliau sudah melanggar kode etik profesi dan juga melakukan tindakan pidana pada saat Ia menjadi bareskrim. Sudah tau terjadi penyelewangan hukum tetapi tidak melakukan tindakan. Kepolisian juga membuka peluang bagi adanya Public Control. Di dalam website Kepolisian RI, sudah ada portal dimana setiap masyarakat dapat ‘bebas berbicara’. Selain itu kami juga punya facebook dan twitter yang selalu kami update. Kami juga tidak mau ketinggalan dengan anak muda zaman sekarang. …Yenti Ganarsih… sebagai akademisi, saya kadang heran terhadap para praktisi hukum. Seringkali apa yang terjadi di lapangan tidak sesuai dengan teori yang berlaku. Kerapkali para praktisi berkata ‘itukan teorinya, prakteknya beda lagi’. Jadi, apakah teori yang sudah ada sekarang ini tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman? Atau apakah memang praktisinya yang melakukan penyelewengan terhadap teori hukum yang berlaku saat ini. Seharusnya para praktisi (Hakim, Jaksa dan Pengacara) tidak ‘bersentuhan’ secara langsung di lapangan. Tidak etis. Masa si Hakim bermain golf bersama dengan Pengacara dari si terdakwa sih. Hal ini seringkali terjadi. Karena saya dari bidang akademisi, menurut saya perlu juga disebutkan si Mafia Hukum ini berasal dari Universitas apa, fakultas apa dan berapa lama kuliahnya. Saya sebagai Ketua Program Kekhususan Praktisi Hukum tidak pernah ‘mencetak’ mahasiswa untuk menjadi Mafia Hukum. Hari ini Pengacara yang diundang tidak dating. Kenapa? Apa karena dia tidak bisa membela diri? Tadi Pak Marzuki Ali mengatakan “kadang orang yang berkompeten tidak punya kapasitas”. Apa artinya? menurut saya kadang orang-orang berkompeten seringkali memberikan solusi-solusi yang baik dan benar, tapi karena dia tidak punya kapasitas untuk berbicara mereka sering tidak didengarkan ataupun disepelekan. Dengan adanya mahasiswa yang hadir di seminar hari ini mencerminkan keperdulian mereka terhadap pemberantasan Mafia Hukum di Indonesia. Saya percaya, dengan adanya mahasiswa yang berintegritas dan berdedikasi penuh terhadap tanah air, Negara kita akan menjadi lebih baik lagi! …Bibit Samat Riyanto… Ada 3 Komponen Bangsa yang sudah tercemar oleh Mafia Hukum yaitu: 1.Politik, sistemnya yang kotor. Banyak sekali maling politik di Negara ini. Coba saya Tanya, sekarang ini ada tidak orang yang mau menjadi Gubernur dan Bupati yang ga pake uang? Gaji Bupati itu setidaknya 5.6jt perbulan. 5 tahun masa jabatan jadi penghasilannya sekitar 300jtan. Tapi kenyataannya apa? Mereka bisa terima Milyaran lebih dari proyek-proyek yang ada di daerahnya. 2. Ekonomi, misalnya di pemborong. Dalam kepolisian juga ada istilah “Parko” yaitu Partisipasi Komando. Saya dulu pada waktu di kepolisian, pasti kalau ada pengeluaran paling tidak 20% anggarannya diberikan kepada komando saya. 3. Hukum, semua penegak hukum sudah pernah kena KPK. Hakim, Jaksa, Kepolisian yang menjadi Mafia Peradilan. Sekedar informasi, pada waktu saya ditangkap ternyata saya ditahan di kamarnya Artalitha yang mewah itu. Pantas saya merasa kok pernah melihat ruang tahanan ini di televisi. Hahahaha… Pada waktu saya menjabat sebagai Kapolda di Kalimantan. Saya menangani sekitar 234 kasus Illegal Logging yang mana kalo mau saya selewengkan, saya bisa dapat 500 juta per kasus. Bisa kaya sekali saya pada waktu itu. Tapi saya tidak mau, karena saya percaya setelah kehidupan di bumi ini masih ada lagi kehidupan lain di akhirat. Saya ndak mau senang di bumi sengsara di akhirat. Mafia kasus itu biasanya dimulai di “Grey Area” yaitu penyidikan yang menentukan kasus tersebut masuk ke wilayah hukum pidana ataukah perdata. Kemudian proses penangkapan, barang Bukti, Penangguhan Penahanan, Pasal-Pasal, Penafsiran unsur Delik semuanya bisa diatur sedemikian rupa. Tergantung feedback nya. Banyak orang yang mengatakan KPK lambat. Sebenarnya bukan lambat, akan tetapi KPK tidak boleh menghentikan Penyidikan, oleh sebab itu penyelidikannya harus mateng dan ini memerlukan waktu yang lama. Tidak ada satupun perkara di KPK yang diputus bebas. Anda mengatakan bahwa pada waktu Antasari Azhar menjabat kinerja KPK sangat efektif. Dan sekarang menjadi lebih efektif lagi setelah AA masuk tahanan. Anda bisa bertanya kepada ICW. Bangsa ini memerlukan gerakan moral anti korupsi dan juga doronan untuk melaksanakan political will secara nyata. Mengenai hukuman atas tindak pidana korupsi, banyak yang berpendapat mengapa hanya 2-5 tahun penjara saja? Kenapa tidak ada hukuman mati seperti di cina?. Sebenarnya dalam Pasal 2 UU 31/99 jo Pasal 2 UU 20/01 disebutkan hukuman mati bagi koruptor dengan delik tertentu. Hukuman mati untuk korupsi itu bukan ranahnya KPK tapi DPR. Jadi kita sebagai masyarakat dapat mengusulkan kepada DPR agar Hukuman Mati terhadap Koruptor ini diundangkan. Tapi apakah mereka mau? Karena kenyataannya banyak juga anggota DPR yang Korupsi, apkah mereka mau membuat hukuman mati ‘bagi diri sendiri”. Hahaha …Indonesia Corruption Watch… Tahun 2009 Indonesia dinyatakan sebagai Negara terkorup ke-2 di Dunia dan Negara paling buruk se-Asia Tenggara. Terdapat 167 Kasus Korupsi di Lembaga Eksekutif, 32 Kasus di Lembaga Legislatif dan selebihnya terjadi di Perusahaan Swasta dan BUMN. Hal ini menyebabkan kerugian Negara mencapai 1.546 Trilliun. Belakangan ini, pemberantasan Mafia Hukum di Indonesia mengalamai degradasi. Penyebab terjadinya Peluang terhadap tindak pidana Korupsi adalah sistem hukum yang diselewengkan. Misalnya KUHAP menjadi SUAP (haha). Integritas moral yang kurang. Jangan pernah memilih penjahat menjadi pejabat. Hasilnya akan buruk. Ruang lingkup pengawasan yang lembek dan budaya masyarakat yang sering tidak taat pada aturan. …Marzuki Ali… Jangan pernah berharap pada generasi sekarang ini. Mulailah perubahan dari diri anda sendiri. Note : Mafia Hukum di Indonesia sudah lama ada dan menciptakan dampak yang sistemik. Hal ini menyebabkan sulitnya pemberantasan Mafia Hukum karena Para Aktornya saling terkait dan juga memiliki jabatan penting dalam struktur keorganisasian Lembaga Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif.